For All my friends!!!!
Mari kita buka catatan untuk menulis semua pesan....
Yang Allah SWT sampaikan lewat tiap detik episode peran..
Yang kita mainkan dalam kehidupan ini..
Yang Allah SWT sampaikan lewat tiap detik episode peran..
Yang kita mainkan dalam kehidupan ini..
Kata peribahasa china, “tulisan yang buram lebih baik daripada hafalan yang kuat.”
So... daripada disimpan dalam fikiran, maka aku tuliskan catatan untuk kalian. Siapa tahu tulisan ini bisa menjadi lebih bermanfaat.
Ada cinta yang disebut cinta tanpa syarat atau bahasa Inggrisnya disebut unconditionally love. Konon orang yang mempunyai cinta tanpa syarat ini segala sesuatunya dilakukan tanpa pamrih. Semua dilakukan hanya untuk membahagiakan yang dicintainya.
Cinta tanpa syarat hanyalah pantas kita berikan pada Allah SWT, Begitulah dalam mencari keridhaan Allah SWT, Hal tersebut merupakan perbuatan manusia beriman dan beramal shaleh tanpa pamrih. Bahkan walau Allah SWT menjanjikan pahala yang besar untuk semua perbuatan baik, tapi pahala itu tidak dipikirkan.
Manusia yang mengharap ridha Allah SWT adalah manusia yang merasa cukup dengan semua yang diberikan oleh Allah SWT berupa karunia. Manusia yang mengharap keridhaan Allah SWT tidak berpaling untuk mengharap perhiasan dunia, mengikuti orang yang hatinya lalai atau mengikuti hawa nafsu. Manusia yang mencari keridhaan Allah SWT akan menjalankan perintah-perintah Allah seperti mendirikan shalat, memberikan sebagian nafkah dengan sembunyi atau terang-terangan, bisa menolak kejahatan dengan kebaikan. Manusia yang mencari keridhaan Allah dengan seizin Allah akan dikeluarkan dari gelap gulita ke cahaya terang benderang dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus. Balasan bagi yang Allah ridha mereka dan mereka ridha kepada Allah SWT adalah surga.
Cinta tanpa syarat hanyalah pantas kita berikan pada Allah SWT, Begitulah dalam mencari keridhaan Allah SWT, Hal tersebut merupakan perbuatan manusia beriman dan beramal shaleh tanpa pamrih. Bahkan walau Allah SWT menjanjikan pahala yang besar untuk semua perbuatan baik, tapi pahala itu tidak dipikirkan.
Manusia yang mengharap ridha Allah SWT adalah manusia yang merasa cukup dengan semua yang diberikan oleh Allah SWT berupa karunia. Manusia yang mengharap keridhaan Allah SWT tidak berpaling untuk mengharap perhiasan dunia, mengikuti orang yang hatinya lalai atau mengikuti hawa nafsu. Manusia yang mencari keridhaan Allah SWT akan menjalankan perintah-perintah Allah seperti mendirikan shalat, memberikan sebagian nafkah dengan sembunyi atau terang-terangan, bisa menolak kejahatan dengan kebaikan. Manusia yang mencari keridhaan Allah dengan seizin Allah akan dikeluarkan dari gelap gulita ke cahaya terang benderang dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus. Balasan bagi yang Allah ridha mereka dan mereka ridha kepada Allah SWT adalah surga.
Namun sayangnya, untuk menggapai ridlo Allah SWT tak semudah yang kita bayangkan. Banyak sekali halangan yang muncul baik internal maupun external. Tentu saja untuk bisa menggapainya butuh suatu proses berkelanjutan.
Sulit memang, Ibaratnya seperti menelusuri jalan yang sulit lagi mendaki. Kita bisa membayangkan bagaimana para pecinta alam mendaki puncak gunung. Mereka harus mengenakan pakaian tebal, memakai sepatu khusus, butuh semangat yang besar, saling mengikatkan diri (berkelompok/organisasi), lalu berjalan kaki mendaki tebing sedikit demi sedikit. Akhirnya sampailah mereka dipuncak.
Tidak mudah berjalan mendaki keridloan Allah SWT. Halangan pertama adalah diri sendiri. Kemauan untuk membebaskan(ikhlas) itu kadang timbul, kadang tenggelam.
Saat bersemangat, saat ada, saat mudah, kita leluasa mengeluarkan uang untuk berbagi. Namun ketika sulit, kitapun berhenti. Ketika butuh, kita tak mau berbagi dengan sesama & sering kali kita malah menyalahkan Allah SWT yang memberikan taqdir buruk pada kita.
Atau bisa jadi....
Saat kita terkena musibah, diuji dengan kesusahan, merasa tidak mampu, kita selalu bersujud padaNya dan menyempatkan diri untuk berdo’a dengan khusyu’. Namun ketika do’a kita sudah dikabulkan, kesulitan sudah berganti menjadi kenikmatan, kesombongan kitapun mulai nampak dengan enggan berdo’a kepadanya bahkan jarang sekali meluangkan waktu untuk mendekat pada-Nya.
“Tidakkah tetapi dia tidak menempuh jalan yang mendaki dan sukar?
Dan tahukah kamu apakah jalan yang mendaki dan sukar itu?
(Al Balad : 11 – 12)
Jadi Allah menyebut terlebih dahulu bahwa ada jalan yang sulit lagi mendaki, didalam Qur’an disebut dengan Al Aqabah. Menurut Quraish Shihab, kata aqabah pada mulanya berarti “jalan yang sulit dipegunungan” atau “batu besar yang runcing didalam sumur, yang sering merusak timba” kata ini digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang tinggi dan sukar. Kata aqabah ini juga mengandung arti yang sama dengan kata najd, yang ada pada ayat sebelumnya yang berarti jalan kebaikan yang tak mudah ditelusuri.
Apakah al-aqabah itu? Jawabnya ada di ayat berikutnya. Allah SWT berfirman :
‘(Yaitu) melepaskan perbudakan, atau memberi makan pada hari terjadi kelaparan, (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat, atau orang miskin yang sangat fakir. Kemudian dia termasuk orang – orang yang beriman, dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang.”
(Al Balad : 13 – 17)
Didalam Surat Al Balad mengutarakan bahwa manusia haruslah bersusah payah mencari kebahagiaan dan Allah sendiri telah menunjukkan jalan yang membawa kepada kebaikan, dan jalan yang membawa kepada kesengsaraan. Tuhan menggambarkan bahwa jalan yang membawa kepada kebahagiaan itu lebih sulit menempuhnya daripada yang membawa kepada kesengsaraan.
Manusia diciptakan Allah untuk berjuang menghadapi kesulitan; janganlah manusia terpedaya oleh kekuasaan dan harta benda yang banyak yang telah dibelanjakannya; beberapa peringatan kepada manusia atas beberapa nikmat yang telah diberikan Allah kepadanya dan bahwa Allah telah menunjukkan jalan-jalan yang akan menyampaikannya kepada kebAhagiaan dan yang akan membawanya kepada kecelakaan.
Jadi bisa disimpulkan bahwa, untuk mendapatkan keridloan Allah SWT maka kita harus banyak berbuat kebaikan dan terus berjuang menjadi pribadi yang bermanfaat, walaupun banyak halangan yang berada disekitar kita. Baik itu berupa ujian yang diberikan oleh Allah SWT, Goda’an syetan bahkan bisa jadi dorongan nafsu kita sendiri.
Jadi jangan pernah menyesal jikalau ternyata kehidupan yang kita jalani saat ini tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Karena kehidupan penuh liku adalah bagian dari proses untuk membedakan siapa saja yang bisa menjadikan kehidupan didunia ini sebagai bekal di akhirat, atau malah tenggelam dalam kehidupan didunia yang fana dan melupakan keberadaan hari akhir yang kekal.
Ditengah perjalanan kehidupan sering timbul keraguan. Ketika menapak hari teringat semua yang pernah dilakukan, teringat semua kekhilafan yang kadang terulang dan terulang lagi... keraguan , penyesalan dan keinginan untuk segera kembali. Keinginan untuk menjadi lebih baik.
Tidak ada yang lebih baik dari munculnya kesadaran untuk segera memperbaiki diri dan memberi manfaat pada yang lain.
Tidak ada yang lebih baik dari munculnya kesadaran untuk segera memperbaiki diri dan memberi manfaat pada yang lain.
Segera kembali menuju Rabbi.. Segera kembali dalam tuntunan dan meretas jalan berliku, menapak hari yang pernah kelabu, kearah yang lebih indah.
Mari kita keluar dari kegelapan menuju cahaya. Membuang jauh-jauh bayangan kelam yang pernah melintas dalam hidup ini...
Mari kita keluar dari kegelapan menuju cahaya. Membuang jauh-jauh bayangan kelam yang pernah melintas dalam hidup ini...
Syukuri saja!! jika ternyata di sekitar kita saat ini masih banyak kemiskinan, ketidakadilan dan kurangnya pemahaman tentang islam.. dll. Anggaplah hal tersebut sebagai ladang ibadah yang disediakan oleh Allah SWT kepada kita untuk segera memperoleh keridloan-Nya dengan cara membantu mereka.
Maksimalkan potensi kita untuk berbuat lebih baik dan bermanfaat bagi semua, wujudkan perubahan yang lebih baik disetiap hal, jadikanlah agar keberadaan kita dimuka bumi ini bisa lebih berarti....
Tidak semua orang mampu melakukan hal – hal yang besar, namun semua orang mampu melakukan hal – hal kecil dengan cinta yang besar.
Mari berusaha menjadi sosok yang oleh Rosulullah SAW. Dinyatakan,
“Khairunnas, anfa’ahum linnas. Sebaik – baik manusia , dialah yang paling bermanfaat bagi manusia lain.”
Sungguh, InsyaAllah kita akan mendapatkan keridloannya ....
Ketika harapan , impian dan doa menyatu dalam kerinduan pada Nya..
Ketika kita menjadi perindu-perindu malam dalam kerinduan pada Nya...
Ketika menyadari itulah jalan-jalan yang harus dilewati menuju keindahan...
Ketika menyadari akan peran kita sebagai khalifah, yang terus membuat perbaikan di alam ini sesuai dengan tuntunan-Nya....
Ketika harapan , impian dan doa menyatu dalam kerinduan pada Nya..
Ketika kita menjadi perindu-perindu malam dalam kerinduan pada Nya...
Ketika menyadari itulah jalan-jalan yang harus dilewati menuju keindahan...
Ketika menyadari akan peran kita sebagai khalifah, yang terus membuat perbaikan di alam ini sesuai dengan tuntunan-Nya....
Teman...
Mari berjalan bergandeng Tangan
Perjalanan ini masih panjang
Gunung, Lembah dan jalanan berduri yang menghadang
Jauh lebih mudah kita hadapi
Jika kita tidak sendiri
Mari berjalan bergandeng Tangan
Perjalanan ini masih panjang
Gunung, Lembah dan jalanan berduri yang menghadang
Jauh lebih mudah kita hadapi
Jika kita tidak sendiri
Teman...
Berikan potensi terbaikmu
Negeri impian kita masih jauh
Bagaimana mungkin bisa berlabuh
Jika dayung tak segera kita kayuh
Berikan potensi terbaikmu
Negeri impian kita masih jauh
Bagaimana mungkin bisa berlabuh
Jika dayung tak segera kita kayuh
Teman...
Mari terbangkan Ruh..
Saling mengingatkan untuk meninggalkan kubangan Nafsu
Bersama – sama menaiki awan menembus galaksi
Dari sana kita lihat bumi
Dari cara pandang para Wali
Mari terbangkan Ruh..
Saling mengingatkan untuk meninggalkan kubangan Nafsu
Bersama – sama menaiki awan menembus galaksi
Dari sana kita lihat bumi
Dari cara pandang para Wali
Walaupun banyak kesulitan yang datang menghampiri kita
Jangan jadikan alasan untuk tidak bisa menebar kebaikan
Bangkit dan temukan kebahagiaan beserta ridlo Allah SWT dengan terus berbuat lebih baik
Atas nama Allah SWT
Atas nama Kemanusiaan
Atas nama Alam semesta
Atas nama CINTA
Jangan jadikan alasan untuk tidak bisa menebar kebaikan
Bangkit dan temukan kebahagiaan beserta ridlo Allah SWT dengan terus berbuat lebih baik
Atas nama Allah SWT
Atas nama Kemanusiaan
Atas nama Alam semesta
Atas nama CINTA
Written by Orang Akhir Zaman yang mengidolakan Ali setelah Rosulnya


